Pernyataan Prabowo Thr Swasta Bumn Bonus Ojol – Baru-baru ini, Menteri Pertahanan sekaligus calon presiden 2024, Prabowo Subianto memberikan pernyataan terkait Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja swasta, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta bonus hari raya bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol). Perkataan ini menarik perhatian publik karena mengangkat isu kesejahteraan pekerja lintas sektor menjelang momen Lebaran.
Rakyat sejahtera dan damai
Dalam sebuah wawancara yang di kutip oleh banyak media, termasuk DetikFinance, Prabowo menekankan pentingnya keadilan dan pemerataan dalam pemberian THR. Menurutnya, THR bukan hanya hak pekerja formal yang memiliki kontrak kerja tetap, tetapi juga harus di pertimbangkan untuk pekerja informal yang turut berkontribusi besar terhadap perekonomian.
Komitmen untuk Kesejahteraan Pekerja
Prabowo menyatakan bahwa pemerintah dan pengusaha harus bekerja sama untuk memastikan semua pekerja mendapatkan haknya. “THR adalah bentuk apresiasi kepada pekerja atas kerja keras mereka sepanjang tahun. Ini bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga moral,” ujar Prabowo.
Ia juga menyoroti bahwa pekerja di sektor informal sering kali di abaikan dalam pembahasan mengenai THR atau bonus hari raya. “Kita tidak boleh melupakan mereka yang bekerja di sektor informal seperti pengemudi ojol, pedagang kaki lima, atau buruh harian. Mereka adalah tulang punggung ekonomi kita,” tambahnya.
THR bagi Pegawai Swasta dan BUMN
Prabowo mendukung penuh kebijakan pemerintah yang mewajibkan perusahaan swasta dan BUMN untuk memberikan THR kepada karyawannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia menekankan bahwa keterlambatan atau bahkan penghapusan THR dapat merugikan pekerja yang sangat bergantung pada dana tersebut untuk kebutuhan Lebaran.
“Perusahaan harus mematuhi aturan yang ada. Jika ada kendala keuangan, dialog antara manajemen dan pekerja sangat penting. Jangan sampai hak pekerja di korbankan,” tegasnya.
Bonus Hari Raya untuk Pekerja Informal
Salah satu poin menarik dari pernyataan Prabowo adalah usulannya agar pemerintah mempertimbangkan pemberian bonus hari raya bagi pekerja sektor informal. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah maupun pusat bisa mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu pekerja informal menikmati momen Lebaran dengan lebih baik.
“Misalnya, kita bisa memberikan insentif atau bantuan langsung tunai (BLT) kepada pengemudi ojol, pedagang kecil, atau buruh harian. Ini adalah bentuk perhatian negara kepada mereka yang sering kali tidak tersentuh oleh kebijakan formal,” jelas Prabowo.
Respons Publik
Pernyataan Prabowo ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak yang mendukung gagasannya, terutama terkait perhatian terhadap sektor informal. Namun, ada juga yang mempertanyakan bagaimana implementasi teknis dari usulan tersebut, terutama soal pendanaan dan distribusi bantuan.
Seorang pengemudi ojol bernama Andi (35) mengaku senang mendengar wacana tersebut. “Kalau benar ada bonus atau bantuan dari pemerintah, itu sangat membantu kami. Selama ini kami hanya mengandalkan pendapatan harian yang kadang tidak menentu,” ujarnya.
Namun, seorang pengamat ekonomi, Rina Wijaya, mengingatkan bahwa kebijakan semacam ini membutuhkan perencanaan matang agar tidak membebani anggaran negara. “Pemerintah harus memastikan bahwa dana yang dialokasikan tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah baru seperti ketidakadilan dalam distribusi,” katanya.
Penutup
Pernyataan Prabowo mengenai THR dan bonus hari raya mencerminkan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja di berbagai sektor. Meski masih berupa wacana, gagasan ini menunjukkan adanya upaya untuk menciptakan pemerataan ekonomi di momen penting seperti Lebaran.
Kini, masyarakat menantikan langkah konkret dari pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk merealisasikan ide-ide tersebut. Apakah usulan ini akan menjadi kebijakan nyata atau sekadar wacana politik menjelang pemilu? Waktu yang akan menjawab.
Leave a Reply